Postingan

PAI Kelas 7 Bab 7 Bagian 2

Gambar
PAI Kelas VII Bab 7: Mawas Diri dan Introspeksi dalam Kehidupan Bagian 2: Penerapan Mawas Diri dan Introspeksi dalam Kehidupan Sehari-hari A. Penerapan Mawas Diri dalam Kehidupan Mawas diri perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar seseorang tidak mudah melakukan kesalahan. Bentuk penerapan mawas diri antara lain: Berhati-hati dalam berbicara agar tidak menyakiti perasaan orang lain. Menyadari kekurangan diri dan tidak merasa paling benar. Mengendalikan emosi , terutama saat menghadapi masalah atau perbedaan pendapat. Berpikir sebelum bertindak , baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat. B. Penerapan Introspeksi dalam Kehidupan Introspeksi diri dilakukan dengan cara mengevaluasi perbuatan yang telah dilakukan. Contoh penerapannya: Mengakui kesalahan yang telah dilakukan dan tidak mengulanginya. Menerima nasihat dan teguran dengan lapang dada. Memperbaiki sikap dan perilaku menjadi lebih baik. Meminta maaf jika telah berbuat salah kepada orang lain. C. Manfaat Mawas Diri dan ...

PAI Kelas. 7 Bab 7 Bagian 1

Gambar
PAI Kelas VII Bab 7: Mawas Diri dan Introspeksi dalam Kehidupan Bagian 1: Pengertian dan Dasar Mawas Diri serta Introspeksi A. Pendahuluan Dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk selalu melakukan mawas diri dan introspeksi agar menjadi pribadi yang lebih baik. Sikap ini membantu seseorang untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas iman serta akhlak. B. Pengertian Mawas Diri Mawas diri adalah sikap menyadari kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri sendiri serta berhati-hati dalam bersikap dan bertindak. Dengan mawas diri, seseorang tidak mudah menyalahkan orang lain dan selalu berusaha memperbaiki perilakunya. C. Pengertian Introspeksi Introspeksi adalah sikap menilai dan mengevaluasi perbuatan yang telah dilakukan, baik perbuatan yang baik maupun yang kurang baik. Introspeksi bertujuan agar kesalahan yang pernah dilakukan tidak terulang kembali di kemudian hari. D. Dasar Mawas D...

PAI Kelas 11 Bab 6 Bagian 2

Gambar
PAI Kelas XI Bab 6: Menguatkan Kerukunan melalui Toleransi Bagian 2: Bentuk, Tantangan, dan Implementasi Toleransi A. Bentuk-Bentuk Toleransi dalam Kehidupan Toleransi merupakan sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam ajaran Islam, toleransi tidak hanya diajarkan secara teori, tetapi juga harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Adapun bentuk-bentuk toleransi antara lain: Toleransi dalam Beragama Menghormati pemeluk agama lain dalam menjalankan ibadahnya tanpa mengganggu atau merendahkan keyakinan mereka, serta tidak mencampuradukkan ajaran akidah. Toleransi dalam Bermasyarakat Menghargai perbedaan suku, budaya, adat istiadat, dan latar belakang sosial dalam kehidupan bersama. Toleransi dalam Berpendapat Menghormati pendapat orang lain meskipun berbeda dengan pendapat pribadi, serta menyelesaikan perbedaan dengan musyawarah. Toleransi di Lingkungan Sekolah Bersikap saling menghargai antar teman, guru, dan seluruh warga sekola...

PAI Kelas 11 Bab 6 Bagian 1

Gambar
PAI Kelas XI Bab 6: Menguatkan Kerukunan melalui Toleransi Bagian 1: Hakikat Toleransi dalam Islam A. Pendahuluan Indonesia adalah negara yang majemuk, terdiri dari berbagai suku, budaya, bahasa, dan agama. Dalam kondisi seperti ini, toleransi menjadi kunci utama untuk menjaga kerukunan dan persatuan. Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin mengajarkan umatnya untuk hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. B. Pengertian Toleransi Toleransi berasal dari kata tolerance yang berarti sikap menghargai, menghormati, dan membiarkan perbedaan yang ada pada orang lain. Dalam Islam, toleransi dikenal dengan istilah tasāmuh, yaitu: > sikap lapang dada dalam menghadapi perbedaan tanpa mengorbankan akidah. Toleransi bukan berarti menyamakan semua ajaran agama, melainkan sikap saling menghormati dalam kehidupan sosial.  C. Dasar Toleransi dalam Islam 1. Al-Qur’an Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 13: > “Wahai manusia, sesung...

PAI Kelas 6 Bab 1 BELAJAR AL-QUR’AN DAN HADIS

BELAJAR AL-QUR’AN DAN HADIS A. Pengertian Al-Qur’an Al-Qur’an adalah kalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ï·ș melalui malaikat Jibril, menjadi pedoman hidup bagi umat manusia. Ciri-ciri Al-Qur’an Berbahasa Arab. Diturunkan secara berangsur-angsur. Membacanya bernilai ibadah. Terpelihara keasliannya sampai hari kiamat. B. Pengertian Hadis Hadis adalah segala sesuatu yang bersumber dari Nabi Muhammad ï·ș, berupa: Perkataan, Perbuatan, Persetujuan (taqrir), Sifat atau budi pekerti beliau. Hadis menjadi penjelas (syarah) dari ayat-ayat Al-Qur’an. C. Hubungan Al-Qur’an dan Hadis Al-Qur’an dan hadis tidak bisa dipisahkan. Al-Qur’an berisi perintah dasar. Hadis menjelaskan cara melaksanakan perintah tersebut. Contoh: Al-Qur’an memerintahkan shalat. Hadis menjelaskan tata cara shalat. D. Adab Membaca Al-Qur’an Sebelum membaca Al-Qur’an, kita harus menjaga adab-adab berikut: 1. Adab Lahir Berwudu terlebih dahulu...

PAI Kelas 5 Bab 1 MENYAYANGI ANAK YATIM

MENYAYANGI ANAK YATIM A. Pengertian Anak Yatim Secara bahasa, yatim berarti sendirian. Dalam istilah syariat, anak yatim adalah anak yang ditinggal wafat ayahnya sebelum baligh Mengapa ayah? Karena ayah adalah penanggung jawab utama nafkah, perlindungan, dan pendidikan dalam keluarga. --- B. Kedudukan Anak Yatim dalam Islam Islam sangat memuliakan anak yatim. Rasulullah ï·ș bersabda: >“Aku dan orang yang mengurus anak yatim kedudukannya di surga seperti ini. > (Sambil merapatkan dua jarinya) – HR. Bukhari Hadis ini menunjukkan betapa besar pahala bagi orang yang menyayangi, merawat, dan memperhatikan mereka. --- C. Perintah Menyayangi Anak Yatim Al-Qur'an memberi banyak perintah untuk memperhatikan anak yatim. Di antaranya: 1. QS. Al-Ma'un: 1–2 > “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? > Itulah orang yang menghardik anak yatim.” Makna ayat: Orang yang mengaku beriman tetapi kasar terhadap anak yatim dianggap mendustakan agama. 2. QS. Adh-Dhuha: 6–10 > Dan terha...

LOGARITMA KELAS 10

MATERI LOGARITMA – KELAS 10 1. Pengertian Logaritma Logaritma adalah bentuk lain dari bilangan berpangkat. Jika: aⁿ = b   Maka:   logₐ b = n Artinya:,logaritma dari b dengan basis a adalah n. > Contoh:   > 2³ = 8 → log₂ 8 = 3   > 10² = 100 → log₁₀ 100 = 2 --- 2. Syarat Logaritma - a > 0 dan a ≠ 1 (basis)   - b > 0 (bilangan yang dilogaritmakan) --- 3. Sifat-sifat Logaritma 1. logₐ (MN) = logₐ M + logₐ N    Perkalian menjadi penjumlahan 2. logₐ (M/N) = logₐ M – logₐ N      Pembagian menjadi pengurangan 3. logₐ (Mⁿ) = n × logₐ M*      Pangkat menjadi perkalian 4. logₐ a = 1 5. logₐ 1 = 0 --- 4. Bentuk Perubahan Basis Logaritma Jika sulit menghitung log dengan basis tertentu, ubah basisnya: logₐ b = log_c b / log_c a > Contoh: log₅ 25 = log₁₀ 25 / log₁₀ 5 ≈ 1.3979 / 0.6989 ≈ 2 --- 5. Contoh Soal dan Pembahasan Contoh 1: Hitung: log₂ 16   16 = 2⁴ → log₂ 16 = 4 Cont...