Latihan Soal PAI BAB 7 Kelas 9



📘 Latihan Soal BAB 7 KELAS 9

Beriman kepada Qada dan Qadar dalam Kehidupan

1️⃣

Seorang siswa sudah belajar dengan sungguh-sungguh untuk ujian, tetapi hasilnya belum sesuai harapan.
Bagaimana seharusnya sikap siswa tersebut jika ia benar-benar beriman kepada qada dan qadar? Jelaskan dengan mengaitkan konsep ikhtiar, doa, dan tawakal!


2️⃣

Ada orang yang berkata, “Untuk apa berusaha? Kalau sudah takdir miskin, tetap saja miskin.”
Tanggapi pernyataan tersebut berdasarkan pemahaman tentang qada dan qadar dalam Islam!


3️⃣

Seorang atlet gagal dalam perlombaan dan langsung menyalahkan takdir tanpa mengevaluasi latihannya.
Analisislah sikap tersebut! Apakah sudah mencerminkan iman kepada qada dan qadar yang benar? Jelaskan alasanmu!


4️⃣

Dalam kehidupan sehari-hari, ada hal-hal yang tidak bisa kita pilih, seperti keluarga tempat kita lahir.
Jelaskan perbedaan antara takdir yang tidak dapat diubah dan takdir yang dapat diusahakan, serta berikan masing-masing satu contoh!


5️⃣

Bagaimana iman kepada qada dan qadar dapat membentuk pribadi yang tidak sombong ketika berhasil dan tidak putus asa ketika gagal? Jelaskan dengan contoh nyata dalam kehidupan remaja!


SELAMAT MENGERJAKAN 

Tinggal bilang ya 👍📘

Komentar

  1. Nama: Maulana Panji Wardhana
    Kelas : 9


    1. Sikap siswa tersebut adalah tetap sabar dan tidak putus asa. Ia sudah melakukan ikhtiar dengan belajar sungguh-sungguh. Selain itu, ia juga harus berdoa kepada Allah agar diberi hasil terbaik. Setelah itu, ia harus tawakal, yaitu menerima hasilnya dengan ikhlas. Siswa tersebut harus tetap semangat dan mencoba lagi agar mendapatkan hasil yang lebih baik.


    2. Pernyataan tersebut tidak benar. Dalam Islam, kita harus tetap berusaha dan tidak boleh malas. Walaupun Allah sudah menentukan takdir, manusia tetap wajib berikhtiar dan berdoa. Usaha adalah bagian dari takdir Allah. Jadi, kita tidak boleh menyerah dan harus terus berusaha untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.


    3. Sikap atlet tersebut belum benar. Ia tidak boleh langsung menyalahkan takdir. Ia seharusnya mengevaluasi latihannya dan berusaha lebih giat lagi. Iman kepada qada dan qadar mengajarkan kita untuk tetap berusaha, sabar, dan tidak menyerah. Setelah berusaha, barulah kita tawakal kepada Allah.


    4. Takdir yang tidak dapat diubah adalah takdir yang sudah ditentukan Allah dan tidak bisa diubah, contohnya tempat lahir dan orang tua. Takdir yang dapat diusahakan adalah takdir yang masih bisa diubah dengan usaha dan doa, contohnya nilai ujian. Jika kita rajin belajar, kita bisa mendapat nilai yang bagus.


    5. Iman kepada qada dan qadar membuat kita tidak sombong saat berhasil karena kita sadar itu semua dari Allah. Contohnya, siswa yang mendapat juara tetap rendah hati dan bersyukur. Selain itu, kita juga tidak putus asa saat gagal. Contohnya, siswa yang gagal ujian tetap semangat belajar dan mencoba lagi. Jadi, iman kepada qada dan qadar membuat kita menjadi pribadi yang sabar dan bersyukur.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PAI Kelas 9 Bab 1: Al-Qur'an Menginspirasi - Meraih Kesuksesan dengan Semangat Mencari Ilmu

PAI Kelas 10 Bab 1: Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja:

PAI kelas 7 Bab 1: Al-Qur'an dan Sunnah sebagai Pedoman Hidup.