PAI KELAS IX BAB 3 INDAHNYA ETIKA PERGAULAN DAN KOMUNIKASI ISLAMI
📚 PAI DAN BUDI PEKERTI KELAS IX
BAB 3 — INDAHNYA ETIKA PERGAULAN DAN KOMUNIKASI ISLAMI
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Menjelaskan pengertian etika pergaulan Islami.
- Menjelaskan pengertian komunikasi Islami.
- Menjelaskan dasar-dasar etika pergaulan dan komunikasi dalam Islam.
- Menunjukkan dalil Al-Qur'an dan hadis tentang pergaulan dan komunikasi.
- Menerapkan adab bergaul dengan teman, orang tua, guru, dan masyarakat.
- Menerapkan komunikasi yang santun, jujur, dan bertanggung jawab.
- Membedakan komunikasi yang baik dan komunikasi yang bertentangan dengan ajaran Islam.
- Menerapkan etika bermedia sosial sesuai nilai-nilai Islam.
- Menghindari ghibah, fitnah, namimah, bullying, ujaran kebencian, dan penyebaran berita yang belum terbukti kebenarannya.
B. Pengertian Etika Pergaulan Islami
1. Pengertian Etika
Etika adalah aturan atau nilai tentang baik dan buruk yang menjadi pedoman seseorang dalam bertingkah laku.
Dalam kehidupan sehari-hari, etika membantu kita menentukan bagaimana seharusnya bersikap terhadap orang lain.
Contoh:
- berbicara dengan sopan;
- menghormati orang yang lebih tua;
- menghargai teman;
- meminta izin ketika menggunakan barang milik orang lain;
- tidak memotong pembicaraan;
- mengucapkan salam ketika bertemu.
2. Pengertian Pergaulan
Pergaulan adalah hubungan atau interaksi antara seseorang dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Manusia merupakan makhluk sosial. Kita tidak dapat hidup sendiri. Kita membutuhkan keluarga, teman, guru, tetangga, dan masyarakat.
3. Pengertian Etika Pergaulan Islami
Etika pergaulan Islami adalah tata cara berinteraksi dengan orang lain berdasarkan nilai-nilai dan ajaran Islam.
Pergaulan dalam Islam tidak hanya memperhatikan kesenangan, tetapi juga memperhatikan:
- akhlak;
- kesopanan;
- kehormatan;
- batasan antara laki-laki dan perempuan;
- hak orang lain;
- tanggung jawab;
- serta nilai halal dan haram.
C. Pengertian Komunikasi Islami
1. Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah proses menyampaikan pesan, informasi, gagasan, atau perasaan dari seseorang kepada orang lain.
Komunikasi dapat dilakukan melalui:
- berbicara secara langsung;
- tulisan;
- telepon;
- pesan singkat;
- media sosial;
- video;
- gambar;
- dan berbagai media lainnya.
2. Komunikasi Islami
Komunikasi Islami adalah proses menyampaikan informasi atau pesan dengan cara yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Komunikasi Islami tidak hanya memperhatikan apa yang disampaikan, tetapi juga:
Benarkah informasinya? Bagaimana cara menyampaikannya? Kepada siapa disampaikan? Apa dampaknya?
Oleh karena itu, seorang muslim harus berhati-hati dalam berbicara maupun menulis.
D. Dasar-Dasar Etika Pergaulan dan Komunikasi Islami
1. Al-Qur'an Surah Al-Hujurat Ayat 6
Allah Swt. berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”
Kandungan ayat:
Ayat ini mengajarkan pentingnya tabayyun, yaitu memeriksa dan memastikan kebenaran suatu berita sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Dalam kehidupan sekarang, tabayyun sangat penting ketika menerima:
- berita WhatsApp;
- video;
- postingan media sosial;
- screenshot;
- informasi dari teman;
- berita tentang seseorang.
Jangan langsung percaya dan menyebarkan berita hanya karena terlihat meyakinkan.
E. Berkata Baik dan Benar
Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 70:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”
Makna qaulan sadidan
Qaulan sadidan berarti perkataan yang benar, tepat, jujur, dan tidak menyimpang.
Contohnya:
❌ “Aku dengar dia mencuri.”
Jika belum mengetahui kebenarannya, jangan menyebarkan tuduhan.
Lebih baik:
✅ “Saya belum tahu kebenarannya. Sebaiknya kita mencari informasi yang pasti.”
F. Prinsip-Prinsip Komunikasi Islami
Dalam Islam terdapat beberapa prinsip penting dalam berkomunikasi.
1. Qaulan Sadidan — Perkataan yang Benar
Berbicara berdasarkan fakta dan kejujuran.
Contoh:
Ketika belum mengerjakan tugas, jangan mengatakan:
“Sudah, Bu.”
Padahal belum mengerjakan.
Sikap yang benar:
“Maaf, Bu. Saya belum menyelesaikan tugas.”
2. Qaulan Ma'rufan — Perkataan yang Baik
Berbicara dengan perkataan yang baik, sopan, dan tidak menyakiti.
Contoh:
❌ “Kamu memang bodoh!”
✅ “Coba kita pelajari lagi bagian yang belum kamu pahami.”
3. Qaulan Layyinan — Perkataan yang Lemah Lembut
Berbicara dengan lembut, terutama ketika menasihati orang lain.
Allah Swt. mengajarkan Nabi Musa dan Nabi Harun agar berbicara dengan lembut ketika menghadapi Fir'aun.
Sikap ini menunjukkan bahwa menyampaikan kebenaran tidak harus dengan kata-kata kasar.
4. Qaulan Kariman — Perkataan yang Mulia
Terutama ketika berbicara kepada orang tua.
Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Isra' ayat 23:
وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Artinya:
“Dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia.”
Contoh:
❌ “Ah, nanti!”
❌ “Aku lagi sibuk!”
Lebih baik:
✅ “Baik, Ayah. Sebentar, saya selesaikan dahulu.”
5. Qaulan Maysuran — Perkataan yang Mudah dan Menyenangkan
Berbicara dengan bahasa yang mudah dipahami dan tidak menyulitkan orang lain.
Contohnya ketika kita belum dapat membantu teman:
“Maaf, sekarang saya belum bisa membantu. Mungkin nanti setelah tugas saya selesai.”
6. Tidak Berkata Kasar
Islam mengajarkan umatnya menjaga lisan.
Rasulullah saw. bersabda:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
Hadis ini mengajarkan bahwa kita harus mempertimbangkan perkataan sebelum mengucapkannya.
G. Etika Pergaulan dalam Islam
1. Mengucapkan Salam
Ketika bertemu sesama muslim, dianjurkan mengucapkan salam:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Salam merupakan doa keselamatan dan bentuk penghormatan.
2. Saling Menghormati
Kita harus menghormati:
- orang tua;
- guru;
- teman;
- tetangga;
- orang yang lebih tua;
- serta seluruh anggota masyarakat.
Menghormati orang lain tidak berarti merendahkan diri, tetapi menunjukkan akhlak yang baik.
3. Tidak Merendahkan Orang Lain
Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 11 tentang larangan suatu kaum merendahkan kaum yang lain.
Termasuk perilaku yang harus dihindari:
- mengejek fisik;
- memberi julukan yang menyakitkan;
- menghina keluarga;
- mengejek kemampuan akademik;
- mempermalukan teman;
- membuat meme untuk menghina seseorang.
H. Larangan Ghibah
Pengertian Ghibah
Ghibah adalah membicarakan keburukan seseorang ketika orang tersebut tidak berada di tempat, meskipun apa yang dibicarakan itu benar.
Contoh:
“Dia sebenarnya malas. Tugasnya saja selalu menyontek.”
Jika orang tersebut tidak berada di tempat dan pembicaraan itu merupakan sesuatu yang tidak ia sukai jika mendengarnya, maka dapat termasuk ghibah.
Dasar larangan ghibah
Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 12 yang menggambarkan buruknya ghibah.
Allah mengibaratkan ghibah seperti memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal.
Pesannya sangat kuat: jangan menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan hiburan.
I. Larangan Fitnah
Fitnah adalah tuduhan atau berita yang tidak benar yang dapat merugikan atau merusak nama baik seseorang.
Contoh:
“Dia mencuri uang kelas.”
Padahal kita tidak mempunyai bukti dan tidak mengetahui kebenarannya.
Fitnah dapat menyebabkan:
- permusuhan;
- rusaknya persahabatan;
- hilangnya kepercayaan;
- pertengkaran;
- rusaknya nama baik seseorang.
J. Larangan Namimah
Namimah adalah menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan menimbulkan perselisihan atau pertengkaran.
Contoh:
A berkata:
“Saya kurang suka dengan cara B mengerjakan tugas.”
Kemudian C menyampaikan kepada B:
“A bilang kamu tidak bisa mengerjakan tugas.”
Akibatnya B marah kepada A.
Perbuatan seperti ini harus dihindari.
K. Etika Pergaulan dengan Teman
Seorang muslim hendaknya:
- Memilih teman yang baik.
- Saling menghargai.
- Tidak membully.
- Tidak menghina.
- Tidak membuka aib teman.
- Membantu teman dalam kebaikan.
- Mengingatkan dengan cara yang baik.
- Tidak memanfaatkan teman.
- Tidak menyebarkan rahasia teman.
- Meminta maaf jika melakukan kesalahan.
- Memaafkan kesalahan orang lain.
- Tidak melakukan perundungan secara langsung maupun melalui media sosial.
L. Etika Pergaulan dengan Lawan Jenis
Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga kehormatan dalam pergaulan.
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan:
1. Menjaga batas pergaulan
Interaksi laki-laki dan perempuan diperbolehkan dalam berbagai kegiatan yang baik, seperti:
- belajar;
- bekerja kelompok;
- kegiatan organisasi;
- kegiatan sosial;
- kegiatan sekolah.
Namun tetap harus menjaga adab dan batasan yang sesuai dengan ajaran Islam.
2. Menjaga pandangan
Seorang muslim diperintahkan untuk menjaga pandangan dari hal-hal yang tidak baik.
3. Berbicara dengan sopan
Hindari percakapan yang:
- vulgar;
- tidak pantas;
- mengarah pada hal negatif;
- merendahkan kehormatan seseorang.
4. Menjaga kehormatan diri
Jangan melakukan sesuatu hanya karena mengikuti teman atau tren.
M. Etika Berkomunikasi di Media Sosial
Di zaman digital, komunikasi tidak hanya dilakukan secara langsung.
Kita juga berkomunikasi melalui:
- WhatsApp;
- Instagram;
- TikTok;
- YouTube;
- Facebook;
- Telegram;
- dan berbagai platform digital lainnya.
Karena itu, akhlak seorang muslim juga harus diterapkan di dunia digital.
Prinsip penting:
THINK sebelum posting
Sebelum mengunggah sesuatu, tanyakan:
T — True: Apakah benar?
H — Helpful: Apakah bermanfaat?
I — Inspiring: Apakah memberikan inspirasi?
N — Necessary: Apakah perlu?
K — Kind: Apakah disampaikan dengan baik?
Jika jawabannya tidak, sebaiknya pikirkan kembali sebelum mengunggahnya.
N. Bahaya Penyebaran Hoaks
Hoaks adalah informasi palsu atau menyesatkan yang disebarkan seolah-olah benar.
Contoh:
“Besok sekolah diliburkan karena ada kejadian tertentu.”
Jika berita tersebut belum berasal dari sumber resmi, jangan langsung menyebarkannya.
Cara menghadapi informasi yang meragukan:
- Jangan langsung percaya.
- Jangan langsung menyebarkan.
- Periksa sumbernya.
- Bandingkan dengan sumber terpercaya.
- Perhatikan tanggal dan konteks informasi.
- Tanyakan kepada pihak yang berwenang jika berkaitan dengan sekolah.
- Hapus atau koreksi jika ternyata informasi yang kita bagikan salah.
O. Etika Menggunakan Grup WhatsApp
Sebagai pelajar, kita perlu menjaga etika ketika berada dalam grup kelas.
Hal yang sebaiknya dilakukan:
✅ Menggunakan bahasa sopan.
✅ Menghormati guru.
✅ Mengirim pesan sesuai kepentingan grup.
✅ Membaca pesan sebelum bertanya.
✅ Menghindari spam.
✅ Tidak menyebarkan berita yang belum jelas.
Hal yang harus dihindari:
❌ Mengirim kata-kata kasar.
❌ Menghina teman.
❌ Mengirim gambar yang tidak pantas.
❌ Menyebarkan privasi orang lain.
❌ Membuat keributan dalam grup.
❌ Mengirim pesan berulang-ulang tanpa alasan.
P. Bullying dalam Perspektif Akhlak Islam
Bullying/perundungan adalah perilaku menyakiti, merendahkan, mengintimidasi, atau mempermalukan orang lain secara berulang atau dalam pola yang merugikan.
Bentuknya dapat berupa:
1. Bullying verbal
Contoh:
- mengejek;
- menghina;
- memberi julukan buruk.
2. Bullying fisik
Contoh:
- memukul;
- mendorong;
- mengganggu secara fisik.
3. Bullying sosial
Contoh:
- sengaja mengucilkan teman;
- mengajak orang lain menjauhi seseorang.
4. Cyberbullying
Bullying yang dilakukan melalui:
- media sosial;
- grup chat;
- komentar;
- video;
- unggahan digital.
Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga kehormatan dan tidak menyakiti orang lain.
Q. Cara Menjadi Komunikator Islami
Seorang pelajar dapat menerapkan komunikasi Islami dengan prinsip:
BENAR
Sampaikan informasi yang benar.
SOPAN
Gunakan bahasa yang baik.
JUJUR
Jangan berbohong.
BIJAK
Pertimbangkan akibat perkataan.
EMPATI
Pikirkan perasaan orang lain.
BERTANGGUNG JAWAB
Siap mempertanggungjawabkan perkataan dan tulisan.
TABAYYUN
Periksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
R. Contoh Perilaku dalam Kehidupan Sehari-hari
| Situasi | Sikap yang Tidak Tepat | Sikap Islami |
|---|---|---|
| Teman mendapat nilai rendah | Mengejek | Memberi semangat |
| Mendengar gosip | Ikut menyebarkan | Tidak ikut membicarakan |
| Mendapat berita WhatsApp | Langsung forward | Memeriksa kebenaran |
| Berbeda pendapat | Marah | Berdiskusi dengan santun |
| Teman melakukan kesalahan | Mempermalukan | Menasihati secara baik |
| Guru memberi tugas | Menggerutu kasar | Menyampaikan keberatan dengan sopan |
| Teman memiliki kekurangan | Mengejek | Menghargai |
| Teman memiliki masalah | Menjadikannya bahan candaan | Menjaga privasinya |
S. Hikmah Menerapkan Etika Pergaulan dan Komunikasi Islami
Jika etika pergaulan dan komunikasi Islami diterapkan, akan tercipta:
- Persahabatan yang harmonis.
- Lingkungan sekolah yang nyaman.
- Hubungan guru dan siswa yang baik.
- Kepercayaan antaranggota masyarakat.
- Berkurangnya konflik.
- Terhindarnya dari dosa lisan.
- Terjaganya kehormatan seseorang.
- Terhindarnya penyebaran hoaks.
- Terwujudnya masyarakat yang saling menghargai.
- Terbentuknya pribadi muslim yang berakhlak mulia.
Latihan!
- Jelaskan pengertian etika pergaulan Islami dan berikan dua contohnya dalam kehidupan sehari-hari!
- Sebutkan tiga etika komunikasi Islami yang harus diterapkan dalam pergaulan!
- Jelaskan isi kandungan QS. Al-Furqan ayat 63 tentang etika pergaulan!
- Mengapa kita harus memilih teman yang baik? Jelaskan pendapatmu!
- Bagaimana cara menghindari ghibah dan perkataan buruk dalam kehidupan sehari-hari? Berikan dua cara!

Nama : Ayu Qurrota Akyun
BalasHapusKelas : 09
Mapel : PAI
1.Etika pergaulan Islami adalah nilai dan prinsip yang digunakan dalam berinteraksi dengan orang lain. Contoh: mengucapkan salam dan menggunakan bahasa yang sopan.
2. Tiga etika komunikasi Islami adalah:
1. Menggunakan bahasa yang benar dan sopan.
2. Mendengarkan dengan sabar dan teliti.
3. Berbicara dengan jujur dan transparan.
3. QS. Al-Furqan Ayat 63
Ayat ini menjelaskan tentang etika pergaulan Islami, yaitu berjalan dengan rendah hati dan mengucapkan kata-kata yang baik.
4. Kita harus memilih teman yang baik karena mereka dapat membantu kita menjalani kehidupan yang lebih baik dan meningkatkan iman dan takwa kita.
5. Dua cara untuk menghindari ghibah dan perkataan buruk adalah:
1. Menghindari bergosip dengan orang lain.
2. Menggunakan bahasa yang sopan dan hormat.